Perbedaan Epoxy dan Floor Hardener

Jika berbicara tentang pelapis lantai pada sebuah bidang atau konstruksi tentu saja ada beberapa pilihan yang bisa anda pilih. Epoxy dan floor hardener adalah dua pelapis lantai yang biasanya digunakan oleh kontraktor bangunan pada sebuah konstruksi. Namun bagi masyarakat awam, bahan-bahan tersebut masih asing terdengar di telinga mereka. Informasi detail tentang pekerjaan lantai sangat penting agar anda mengetahui kelebihan dan kekurangan dari masing-masing bahan. Tentu saja ada banyak perbedaan yang bisa anda ketahui tentang kedua bahan ini. Namun sebelum anda mengetahui perbedaannya, mari simak terlebih dulu pengertian dari masing-masing pelapis lantai ini.

Floor hardener adalah bahan yang sangat cocok untuk digunakan sebagai pelicin dan pengeras pada lantai beton. Untuk membuat lantai beton tentu saja terdapat beberapa bahan yang digunakan seperti silika, grading, semen, pasir dan masih banyak lagi. Material yang digunakan adalah bubuk yang akan ditaburkan di atas beton yang masih basah. Jika anda ingin mendapatkan pelapis lantai dengan kualitas yang baik, ada beberapa merk yang bisa anda beli seperti Ultrachem, Fasroc, Faricon dan Sika. Namun harga dari merk-merk tersebut relative cukup tinggi.

Perbedaan Epoxy dan Floor Hardener

Sementara itu Epoxy adalah bahan kimia yang biasanya diaplikasikan sebagai cat atau bahan perekat untuk beberapa tipe material. Bahan yang juga bisa disebut sebagai resin ini biasanya menjadi bahan campuran dengan bahan pengeras atau bahan hardener. Epoxy juga memiliki sifat yang mampu mengubah bahan cair menjadi padat, tahan terhadap panas dan lebih kuat. Ada beberapa tipe bahan yang bisa dilapisi oleh epoxy seperti lantai beton, baja, logam, kayu dan juga bahan kaca.

Perbedaan Floor Hardener dan Epoxy

Floor Hardener dan Epoxy

Perbedaan yang sangat mencolok tentu saja terlihat pada tampilan lantai. Lantai epoxy digunakan pada lantai yang sudah kering atau coran beton. Sangat disarankan bagi anda untuk menunggu sampai 30 hari jika anda ingin mengecat mengaplikasikan epoxy pada coran beton. Sementara itu, pengeras lantai bisa digunakan pada coran beton yang belum kering sehingga kepadatan akan terjaga pada lantai tersebut. Harga juga menjadi salah satu perbedaan yang mencolok dari kedua bahan ini.

Proses pengerjaan pada epoxy pun berbeda karena bahan yang satu ini harus anda aplikasikan dengan menuangkannya pada permukaan lantai lalu anda harus meratakannya menggunakan alat yang telah diinstruksikan. Atau sangat disarankan juga anda untuk mengaplikasikan rolling paint. Sementara itu jika anda ingin mengaplikasikan pengeras lantai, anda harus menggunakannya dnegan cara menaburkan serbuknya di atas permukaan coran yang belum kering dengan rata.

Namun jika anda tidak ingin repot, anda bisa memakai jasa ahli untuk mengaplikasikan kedua bahan ini. Pada umumnya biaya yang harus dikeluarkan untuk pekerjaan floor hardener sangat bervariasi. Jika anda ingin mengecor lantai saja, anda harus mengeluarkan biaya yang berkisar antara Rp. 19,000/m2 hingga Rp. 60,000/m2. Sementara itu untuk finishing pengeras lantai ini namun bahan material anda tanggung sendiri biasanya berkisar Rp. 20,000/m2. Sedangkan untuk epoxy, biaya yang harus dikeluarkan memang lebih besar sekitar Rp. 50,000/m2 dan tentu saja akan bertambah mahal jika material juga disokong dari jasa ahli tersebut.

Berbicara tentang fungsi, floor hardener dan epoxy sebetulnya memiliki fungsi yang hampir sama untuk memberikan ketahanan pada lantai terhadap beban berat, reaksi kimia dan suhu yang cukup tinggi. Namun epoxy lebih mengkilap dan anda bisa memilih beberap warna yang disediakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *